OKU Timur, lenterainfo.com – Malam itu bukan sekadar seremoni. Di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Senin (20/4/2026), suasana berubah menjadi ruang penuh harap dan doa saat 437 jemaah calon haji diberangkatkan menuju perjalanan suci. Tangis haru, pelukan keluarga, dan lantunan doa menyatu dalam satu momen yang sulit diulang.
Pelepasan kloter perdana ini dipimpin langsung oleh Lanosin, didampingi Adi Nugraha Purna Yudha. Dalam sambutannya, Lanosin tidak sekadar berbicara formalitas. Ia menekankan bahwa keberangkatan haji adalah bentuk kebahagiaan paling hakiki—bukan soal dunia, melainkan kedekatan total kepada Allah SWT.
Pesan yang disampaikan juga lugas dan menyentuh: jemaah diminta saling menjaga, terutama generasi muda agar tidak lengah terhadap jemaah lanjut usia. Di balik itu, terselip harapan yang tegas—semua yang berangkat harus kembali dalam keadaan utuh, tanpa kekurangan satu pun.
Data yang disampaikan Muhammad Husni memperlihatkan komposisi jemaah yang beragam. Dari total 437 orang, terdiri atas 200 laki-laki dan 237 perempuan, termasuk 10 jemaah lanjut usia prioritas. Jemaah termuda berusia 18 tahun, sementara yang tertua mencapai 89 tahun, potret bahwa panggilan ibadah melampaui batas usia.
Secara teknis, perjalanan telah disusun rapi. Para jemaah dijadwalkan masuk Asrama Haji Palembang pada 21 April pagi, sebelum diberangkatkan ke Madinah pada 22 April pukul 07.10 WIB melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menggunakan maskapai Saudi Airlines.
Setibanya di Madinah pada sore hari waktu setempat, mereka akan memulai rangkaian ibadah yang telah lama dinantikan.
Namun lebih dari sekadar jadwal dan angka, ada titipan yang dibawa para jemaah: doa untuk kampung halaman. Pemerintah daerah berharap mereka tidak hanya menjadi tamu Allah, tetapi juga pembawa harapan agar OKU Timur tetap aman, damai, dan dijauhkan dari berbagai persoalan.
Penutup acara diisi tausyiah oleh Khalid Mawardi yang semakin menguatkan suasana khusyuk. Malam itu, yang dilepas bukan hanya ratusan orang menuju Tanah Suci, tetapi juga harapan besar agar mereka kembali dengan selamat, membawa berkah bagi diri, keluarga, dan daerah. (*)







