Way Kanan, lenterainfo.com – Kepala Kampung Tangkas, Nasriadi, menuding warganya sendiri sebagai penyebab kerusakan jalan cor beton yang viral di media sosial. Padahal, jalan tersebut baru dibangun menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024-2025.
Saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (1/5/2026), Nasriadi membenarkan adanya kerusakan jalan seperti dalam pemberitaan.
”Memang benar ada kerusakan. Tapi menurut saya, itu akibat kendaraan warga yang memakai rantai besi. Rantai itu biasa dipakai warga saat melintasi tanah lumpur menuju kebun,” kata Nasriadi.
Ia mengaku sudah sering memperingatkan warga agar tidak menggunakan rantai di jalan cor. Bahkan, salah satu warga pernah didenda dan diminta mengganti 3 sak semen untuk perbaikan jalan.
Pernyataan Kades Tangkas justru memicu kekesalan warga. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menilai alasan tersebut tidak logis.
”Kalau pengerjaannya benar dan sesuai spesifikasi, saya pikir tidak mungkin rusak hanya karena rantai kendaraan. Masyarakat juga tidak pakai rantai setiap hari melewati jalan itu,” ujarnya.
Warga menduga kerusakan terjadi karena kualitas pekerjaan yang tidak sesuai aturan. “Bisa saja ini alasan Kepala Kampung yang enggan dikritik. Benahi saja pekerjaannya. Kalau materialnya sesuai RAB dan aturan, jalan cor beton tidak akan mudah rusak meski dilewati kendaraan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Inspektorat maupun Dinas PMK Way Kanan terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pembangunan jalan cor tersebut.
Kakam Tangkas Tuding Warga Rusak Jalan Cor DD 2024-2025, Warga: Alasan Tak Masuk Akal







