‎Pegawai Lapas Kelas IIB Martapura Naik Pangkat, Abas Ruchandar: Ini Bukan Penghargaan tapi Amanah Baru

Martapura, lenterainfo.com – Air bunga menetes dari ujung rambut, membasahi seragam yang baru disemat tanda pangkat baru Satu per satu, 11 pegawai Lapas Kelas IIB Martapura berdiri tegap di lapangan apel, Selasa (21/4/2026).

Bukan tepuk tangan meriah yang mengiringi, melainkan hening yang khidmat. Karena pagi itu, yang disematkan bukan hanya pangkat, tapi juga amanah.‎‎

Bacaan Lainnya

Apel kenaikan pangkat periode April 2026 ini dibuka langsung oleh Kepala Lapas Martapura, Abas Ruchandar, A.Md.IP., S.Sos., M.A.P., di hadapan seluruh jajaran, ia mengingatkan pangkat bukan hadiah rutin yang jatuh tiap beberapa tahun. Ia adalah cermin dari dedikasi, loyalitas, dan konsistensi yang diuji waktu.‎‎

“Ini bukan sekadar penghargaan administratif, Ini bentuk apresiasi negara atas integritas dan kerja nyata kalian di tengah tugas pemasyarakatan yang makin kompleks,” tegas Abas dalam amanatnya. ‎‎

“Tapi ingat, pangkat baru berarti tanggung jawab baru. Kinerja, disiplin, dan profesionalisme wajib naik kelas.” jelasnya.

‎‎Prosesi penyematan berlangsung tertib, Nama-nama yang naik pangkat ialah: Jupriono, Ahmad Irvan Fadhil, Ni Putu Rahayu, Riski Ali Akbar, Gagas Irfan Adter, Imam Muhaimin, Ricky Desparado Banderas, Ridho Firman Syah, Riki Purnomo, Riki Syaputra, dan Adrian Pandu Negara.‎‎Setelah tanda pangkat terpasang, tradisi penyiraman air bunga dilakukan.

Simbol syukur, sekaligus doa agar langkah karier ke depan penuh berkah.‎‎Yang tak tertulis di berita acara, tapi terasa di lapangan hangatnya solidaritas.

Pelukan, jabat tangan, dan ucapan selamat dari rekan sejawat mengisi akhir apel. ‎‎Di balik tembok Lapas, kekompakan itu jadi modal penting menjaga ritme kerja yang tak pernah benar-benar libur.‎‎Kenaikan pangkat 11 pegawai ini diharapkan jadi energi baru bagi Lapas Martapura.

Di era reformasi birokrasi, tuntutannya jelas, pelayanan publik yang profesional, transparan, dan humanis. Bintang di pundak boleh bertambah, tapi marwah institusi hanya terjaga jika kinerja ikut naik.‎‎

Karena di pemasyarakatan, setiap pangkat yang naik artinya satu tingkat lagi kepercayaan publik yang harus dijaga.

Pos terkait